Recent post
Showing posts with label Fan FIc. Show all posts
Suatu tempat di Surga...
TUHAN berbincang dengan mahluk-mahluknya yaitu Malaikat, Iblis, Bumi, Matahari, Bulan dan yang lainnya di Surga(Matahari, Bumi & Bulan dalam bentuk roh), TUHAN mengatakan bahwa akan menciptakan sepasang mahluk yang akan menjadi khalifah/pemimpin di muka Bumi.
Mendengar rencana TUHAN tersebut, Bumi protes karena bumi merasa bahwa nantinya anak cucu Adam hanya akan membuat dirinya rusak. Hanya akan menguras segala kekayaan yang terkandung dalam dirinya dan hanya sedikit sekali yang akan peduli akan dirinya.
Setelah mendengar keluh kesah Bumi, TUHAN berkata "Aku tahu apa yang kamu tidak ketahui, dan janganlah kamu memungkiri akan hal itu" kemudian TUHAN memberi sedikit pelajaran kepada BUMI.
"AKU akan menunjukan sesuatu kepadamu (Bumi), dan belajarlah kamu (bumi) dari hal itu" TUHAN berkata kepada Bumi
Kemudian TUHAN mengambil sebagian Roh Bumi dan diletakan pada suatu wadah, dan wadah tersebut disimpan oleh TUHAN dan akan di bangkitkan suatu waktu pada saat anak cucu Adam sudah berkembang biak dan menyebar di permukaan Bumi, supaya Bumi mengerti dan belajar akan suatu hal....
Waktu pun berlalu, Adam diciptakan.
Di lain pihak ternyata Iblis iri pada Adam, dan protes keras kenapa Adam diciptakan lebih sempurna dibandingkan dengan dia(iblis).
Adam diciptakan dengan wajah rupawan, sedangkan Iblis dengan wajah abstrak alias tak berbentuk pasti. Iblis merasa bahwa dia lebih suci dan semestinya Iblislah yang diciptakan dengan wajah rupawan karena diciptakan dari api dibandingkan Adam yang diciptakan dari Tanah kotor.
TUHAN pun murka karena Iblis menghina ciptaan-NYA, Iblis pun di usir dengan tidak hormat dari Surga disaksikan oleh penghinu lainnya. Sebelum pergi Iblis bersumpah "Aku akan menggangu mahluk ciptaan-MU yang terbuat dari tanah kotor itu dan semua keturunannya agar lupa terhadap-MU sampai akhir jaman"
Adam hidup di Surga bersama mahluk ciptaan TUHAN yang lainya tanpa Iblis.
Akan tetapi Adam merasa kesepian di Surga dan meminta pendamping yang sejenis dengannya, dan TUHAN menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Adam sangat bahagia karena mendapat seorang pendamping.
TUHAN berkata "Bersenang-senanglah kamu wahai mahluk-KU, dan janganlah kamu sekali-kali mendekati itu(buah Quldi)"
Sementara itu dari luar Surga Iblis mendengar perkataan TUHAN & mendapatkan ide untuk menjerumuskan Adam & Hawa.
Suatu waktu ketika Adam & Hawa berjalan-jalan di pinggiran Surga, Hawa melihat sebuah pohon yang dipenuhi duri dari batang hingga keranting-rantingnya serta memiliki buah yang amat buruk rupanya. Hawa pun penasaran, Hawa mengajak Adam untuk mendekat kearah Pohon buah tersebut untuk melihat lebih jelas.
Namun Adam menolaknya karena Adam ingat akan perkataan TUHAN agar jangan sekali-kali mendekati pohon itu, Hawa pun menurutinya. Mereka pergi meninggalkan tempat itu.
Tapi ternyata tanpa sepengetahuan Adam, Hawa menyimpan rasa penasaran yang sangat mendalam. Kenapa TUHAN melarang semua mahluk penghuni Surga mendekati buah Quldi, toh kalau memang berbahaya seharusnya TUHAN membuang saja pohon tersebut dari Surga.
Dua tiga kali Adam masih bisa menolak rayuan Hawa untuk mendekati Quldi, tapi pada akhirnya Adam luluh juga dan menuruti permintaan Hawa untuk mendekat. Bahkan akibat dari rayuan Iblis yang selalu memantau kegiatan Adam & mencari kesempatan untuk menjerumuskannya, Adam beserta Hawa memakan buah pohon Quldi.
TUHAN pun marah melihat Adam & Hawa melanggar aturan-NYA, dan memberi hukuman diturunka dari Surga ke Bumi dan menjadi Khalifah disana.
"Inilah saatnya" ujar Bumi dalam hati
Bersambung ah.... :D
TUHAN berbincang dengan mahluk-mahluknya yaitu Malaikat, Iblis, Bumi, Matahari, Bulan dan yang lainnya di Surga(Matahari, Bumi & Bulan dalam bentuk roh), TUHAN mengatakan bahwa akan menciptakan sepasang mahluk yang akan menjadi khalifah/pemimpin di muka Bumi.
Mendengar rencana TUHAN tersebut, Bumi protes karena bumi merasa bahwa nantinya anak cucu Adam hanya akan membuat dirinya rusak. Hanya akan menguras segala kekayaan yang terkandung dalam dirinya dan hanya sedikit sekali yang akan peduli akan dirinya.
Setelah mendengar keluh kesah Bumi, TUHAN berkata "Aku tahu apa yang kamu tidak ketahui, dan janganlah kamu memungkiri akan hal itu" kemudian TUHAN memberi sedikit pelajaran kepada BUMI.
"AKU akan menunjukan sesuatu kepadamu (Bumi), dan belajarlah kamu (bumi) dari hal itu" TUHAN berkata kepada Bumi
Kemudian TUHAN mengambil sebagian Roh Bumi dan diletakan pada suatu wadah, dan wadah tersebut disimpan oleh TUHAN dan akan di bangkitkan suatu waktu pada saat anak cucu Adam sudah berkembang biak dan menyebar di permukaan Bumi, supaya Bumi mengerti dan belajar akan suatu hal....
Waktu pun berlalu, Adam diciptakan.
Di lain pihak ternyata Iblis iri pada Adam, dan protes keras kenapa Adam diciptakan lebih sempurna dibandingkan dengan dia(iblis).
Adam diciptakan dengan wajah rupawan, sedangkan Iblis dengan wajah abstrak alias tak berbentuk pasti. Iblis merasa bahwa dia lebih suci dan semestinya Iblislah yang diciptakan dengan wajah rupawan karena diciptakan dari api dibandingkan Adam yang diciptakan dari Tanah kotor.
TUHAN pun murka karena Iblis menghina ciptaan-NYA, Iblis pun di usir dengan tidak hormat dari Surga disaksikan oleh penghinu lainnya. Sebelum pergi Iblis bersumpah "Aku akan menggangu mahluk ciptaan-MU yang terbuat dari tanah kotor itu dan semua keturunannya agar lupa terhadap-MU sampai akhir jaman"
Adam hidup di Surga bersama mahluk ciptaan TUHAN yang lainya tanpa Iblis.
Akan tetapi Adam merasa kesepian di Surga dan meminta pendamping yang sejenis dengannya, dan TUHAN menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam. Adam sangat bahagia karena mendapat seorang pendamping.
TUHAN berkata "Bersenang-senanglah kamu wahai mahluk-KU, dan janganlah kamu sekali-kali mendekati itu(buah Quldi)"
Sementara itu dari luar Surga Iblis mendengar perkataan TUHAN & mendapatkan ide untuk menjerumuskan Adam & Hawa.
Suatu waktu ketika Adam & Hawa berjalan-jalan di pinggiran Surga, Hawa melihat sebuah pohon yang dipenuhi duri dari batang hingga keranting-rantingnya serta memiliki buah yang amat buruk rupanya. Hawa pun penasaran, Hawa mengajak Adam untuk mendekat kearah Pohon buah tersebut untuk melihat lebih jelas.
Namun Adam menolaknya karena Adam ingat akan perkataan TUHAN agar jangan sekali-kali mendekati pohon itu, Hawa pun menurutinya. Mereka pergi meninggalkan tempat itu.
Tapi ternyata tanpa sepengetahuan Adam, Hawa menyimpan rasa penasaran yang sangat mendalam. Kenapa TUHAN melarang semua mahluk penghuni Surga mendekati buah Quldi, toh kalau memang berbahaya seharusnya TUHAN membuang saja pohon tersebut dari Surga.
Dua tiga kali Adam masih bisa menolak rayuan Hawa untuk mendekati Quldi, tapi pada akhirnya Adam luluh juga dan menuruti permintaan Hawa untuk mendekat. Bahkan akibat dari rayuan Iblis yang selalu memantau kegiatan Adam & mencari kesempatan untuk menjerumuskannya, Adam beserta Hawa memakan buah pohon Quldi.
TUHAN pun marah melihat Adam & Hawa melanggar aturan-NYA, dan memberi hukuman diturunka dari Surga ke Bumi dan menjadi Khalifah disana.
"Inilah saatnya" ujar Bumi dalam hati
Bersambung ah.... :D
Bukan cerita sebenarnya seperti yang tercantum dalam AL-QURAN & HADIST, Semua yang saya tulis ini hanya karangan belaka tanpa bermaksud apa-apa.
Terima Kasih
Episode 15 Determination.
Lama tak jumpa, Apa kabarnyo?
Semoga kalian semua dalam keadaan baik. Maaf baru nongol lagi di sini karna maklum aku lagi sok sibuk hohoho. :))
Oke, cerita sebelumnya menceritakan akan diadakannya sebuah perlombaan lari untuk memperingati HUT AGC Gokuen yang diikuti oleh 5 orang wakil dari masing-masing asrama yang ada di AGC gokuen.
Di cerita sebelumnya, Endang seorang siswi kelas 2b dari asrama 3 mengikuti lomba lari marathon dengan tujuan jika dia memenangkan lomba itu, seseorang yang Endang peduli kembali tersenyum dan mulai bermain bola lagi.
Tanpa banyak cing cong langsung aja simak. Mari kita sambit...
Jam 5 pagi di Asrama 3 Lantai 2
Aiko : "Ohayo..!!" Sambil ngumpulin belek. :))
Endang : "Ohayo!!!!" Semangat.
Aiko : "Endang mau kemana pagi-pagi begini?"
Endang : "Mau latihan sekalian lari pagi juga"
Aiko : "Heh?"
Lia : "Tumben, biasanya Endang paling males sama bangun pagi?"
Aiko : "iyah tuh." Sambil ngitung belek di tangan
Lia : "Aiko?"
Aiko : "Apa"
Lia : "Apaan tuh di tangan?"
Aiko : "Oh ini, lagi ngitung mutiara pagi ini"
Lia : "Idiiiiiihhhh.... Jorrooooookkkk...!!!"
Aiko : "Lia mau icip-icip"
Lia : "Boleh juga...."
Aiko : "Tuh mutiara Lia kayaknya lebih gede" Nunjuk ke mata Lia.
Lia : "Eh iya yah, Mutiaraku pagi ini gede banget"
Endang pun muntah akhirnya melihat kelakuan Lia & Aiko.
Aiko : "Endang sekarang semangat banget ya. Ada apa kah gerangan?"
Endang : "Ah gak juga ko. Memang lagi pingin olahraga aja jadi gak ada gerangan apa-apa" :D
Aiko : "Oh wakarimasta"
Endang : "Aku lari pagi dulu yah, Itekimasu"
Aiko & Lia : "Irashai"
Lia : "Nah, Aiko juga harus banyak olahraga tuh"
Aiko : "Olahraga ko, nih lagi olahraga" ngupas kulit Kelapa make gigi.
Sementara itu dilantai 1.
Yuki : "kira-kira besok pagi pas lomba lari nanti Asrama kita bakal menang gak yah?"
Nur : "Auk" Guling-guling sambil niup terompet.
Yuki : "Pingin deh ikut lari tapi aku larinya lambat kaya siput" nyari kutu di rambut.
Nur : "Aku juga, kita percayakan saja sama senpai-senpai kita. Btw, Yuki kayanya nikmatin banget nyari kutunya" dengan muka serius.
Yuki : "Yeeeesss dapet 1 kutu. Nyari lagi ah"
Nur : "Menghayati banget si Yuki nyari kutu" Mlongo
Yuki : "Kenikmatannya tidak ada yang menandingi"
Rin : "hei Nur, lihat kaca ku gak?"
Nur : "Tuh lagi dipake yuki buat mempermudah nyari kutu rambut katanya"
Rin : "eh, ajarin dong yuki gimana cara nyari kutu dirambut yang cepet?"
Yuki : "Eh?"
Nur : "Iyah, Yuki kayanya udah level dewa tentang nyari kutu"
Yuki : "Wani piro? hohoho.."
Endang lewat di depan mereka sambil pemanasan.
Rin : "Pelit nyo. Eh Ohayo Endang Senpai!"
Endang : "Ohayo, asik niye nyari kutu"
Rin : "Mau kemana senpai pagi-pagi buta begini?"
Endang : "Mau lari pagi. Aku lari pagi dulu Yuki" iket sepatu & bergegas keluar dari asrama 3.
Nur, Rin & Yuki : "Ganbatte ne Senpai!!"
Endang : "Osh.."
Nur, Rin & Yuki akhirnya bekerja sama dalam mencari kutu masing-masing.
Suatu tempat di Asrama 2 lantai 2
Terlihat Mikly sedang mengamati Endang lari pagi
Mikly : "Dasar, Hal yang tidak berguna. buat apa aku peduliin"
Di lantai 1
Wisnu : "Lapeeeeeeeeeeeerrrrrrr...." Nemplok di tembok.
Agha : "Gua juga bro."
Neji : "Senpai gak latihan?"
Wisnu : "Lagi males, lagian asrama kita yang pasti menang hehehe.."
Agha : "iya setuju..!!! Kita ini Asrama Superior di AGC Gakuen"
Wisnu : "Yossshh..."
Gunso : "Madara mana?"
Agha : "Paling kejebak di toilet lagi"
Ryan : "Kejebak?"
Agha : "iyah, paling lagi kebingungan abis pups mau cebok tahu-tahu gak ada air"
Terdengar suara gema rintihan Madara minta tolong nyalain air suasana asrama pun hening.
Neji : "Ah lupa, tadi gua matiin mesin airnya" lari menuju mesin air.
Ryan : "Bisa-bisanya si Neji yah" geleng-geleng kepala.
Neji : "Kan lu tadi yang nyuruh gua matiin mesin air" lempar Dwi ke arah Ryan.
Dwi : "Malangnya nasibku. Selalu aja dijadiin tumbal buat dilempar?" Pundung di pojokan.
Dwi : "Kayanya tahun ini bukan asrama 2 yang menang."
Agha : "Nani??"
Narator : Tanpa terasa jam sudah menunjukan pukul 7 pagi, para siswa siswi pun memulai kegiatan sekolah.
Jam olahraga kelas 2b.
N Sensei : "Oke, untuk hari ini akan diambil nilai atletik 100 meter"
Siswa siswi kelas 2b: "Siap Sensei"
N Sensei : "Oke gelombang pertama silahkan masuk ke lapangan"
5 siswa sedang bersiap untuk lari
N Sensei : "Oke, Siap, Bersedia, Ya !!!!!"
Dalam sekejap 5 siswa tadi berlari dan mereka telah mencapai garis finis.
N Sensei : "Yudistira!! waktunya 12 menit 29 detik!!!" Teriak pakai toa.
Yudistira : "Yessss..."
Cotaro : "Dengan begini asrama 2 pasti yang akan memenangkan lomba"
N Sensei : "Berikutnya, gelombang ke dua silahkan bersiap!!"
Diantara 5 siswa selanjutnya terlihat Endang.
"Okey, aku sudah berlatih dalam 6 hari ini. Akan aku test hasil latihanku selama ini kaya gimana" Gumam Endang dalam hati.
Endang berlari sangat cepat, seperti hendak mengejar maling daleman.
Yudistira : "Nani..!!??" Kaget.
5 murid sudah mencapai finis.
Cotaro : "Nani kure?"
Raka : "Wow...!!"
N Sensei : "Endang waktu nya 11 menit 32 detik" Teriak pakai Toa.
Aiko : "Wua Endang Sughoi !!!!"
Endang : "Ah arigato Aiko hihihi"
Dari kejauhan di balkon kelas 1, terlihat ada 2 siswa penghuni Asrama 3 sedang melihat ke arah lapangan.
Ilham : "Itu siapa?"
Royan : "Nama Endang, siswi kelas 2b"
Ilham : "Endang senpai cepat sekali"
Royan : "Yudistira senpai aja kalah cepat waktunya sama Endang Senpai"
Ilham : "Wah gimana nih?"
Royan : "Kalu begini, besok kita bisa kalah. Kita kayanya harus melakukan sesuatu buat Endang Senpai"
Ilham : "Iyah, Aku ada ide" Membisikin sesuatu ke telinga Royan.
Narator : Keesokan hari nya, perlombaan lari pun dimulai.
Di lapangan AGC gokuen
Irma Sensei : "Wah banyak sekali yang hadir buat nonton lomba lari ini"
Kaka Sensei : "Saya juga kaget Irma Sensei"
Irma Sensei : "iya hahaha.."
Madara : "Woy minna!!!! Ganbatte yo"
Wakil dari Asrama 2: "Yosh !!!!"
Arman : "Asrama 1??"
Wakil dari asrama 1 : "yuuuukkk"
Fina : "Mari kita buat sejarah!!!!!"
Wakil dari asrama 3 : "Siap!!!!!"
Tiba-tiba ada yang menembak panah kecil ke arah kaki Endang yang sedang bersiap-siap di lapangan.
Endang : "Ittee... Ulah siapa ini?"
Yudistira : "Endang, ganbatte ne!!!"
Endang : "Ha’ik..." Mencabut panah, dan melihat kesekeliling lapangan.
Di pinggir lapangan.
Aiko :" AGHA SENPAI!!! RAJIN LAH MANDI !!!!"
Agha berlari ke arah Aiko & mengacak-acak rambut Aiko.
Lia : "WISNU ONIICHAN...!!!! KECILKAN LAH PERUTMU...!!!"
Wisnu menghampiri Lia & mencet hidung Lia.
Nur : "AYO ASRAMA 3.!!!" Meniup terompet.
Ryan : "Asrama 2 pasti yg menang"
Nur : "Hey Rian, ini kan tempat buat asrama 3..!!"
Ryan : "Eh salah tempat ya, hehe..."
Ryan akhirnya di lempar oleh penonton Asrama 3 ke arah penonton Asrama 1.
N sensei : "Oke, semua dalam posisi, Bersedia, siap YA!!!"
Seluruh peserta lomba pun mulai berlari, setelah tersengar letusan pistol air dari N Sensei.
Arman : "iiiiiiiiiiiihihihi, Ayo asrama 1 tetap lah berlari"
Eman : "Armando, kita kan paling belakang?"
Arman : "Nani?" mempercepat lari.
Satu jam kemudian
Agha : "Tangga?"
Wisnu : "Aduh kenapa track lari ada tangganya sih?"
Agha : "gua sih gpp bro sama track yang lewatin tangga, tapi gara-gara lihat perut lu guncang begitu pas lu lari, gua jadi ketawa terus. Sekarang tenaga gua udah mau abis gara-gara ketawa"
Wisnu : "Nani? mau ngajak ribut lu?"
Agha : "Eh..??" Segera mempercepat lari karena merasakan aura gelap dari Wisnu
Tanpa sadar Wisnu pun kuat lari naiki anak tangga karena ngejar Agha.
2 jam kemudian
Hinamura : "Endang cepat sekali lari nya. Hos hos hos….."
Fina : "Tiap pagi, sekarang Endang sering lari pagi"
Fifin : "Bagus kalu begitu. Lihat deh Endang mulai mengejar Duo usil Asrama 2."
Hinamura : "Endang Sughoi"
Fina : "Duo Usil asrama 2.!!!!! kalian tidak akan menang dengan mudah. AYO ENDANG!!!!"
Endang : "Aku harus menang" kaki Endang mulai mengeluarkan darah.
Endang berhasil menyusul Duo usil Agha dan Wisnu.
Wisnu : "Nani?"
Endang : "hai Senpai"
Agha : "hai juga"
Wisnu : "Apa kabar Endang?"
Agha : "Kenapa lu malah nanya kabar bro?"
Wisnu : "Walau lagi lomba, kita harus sopan"
Agha : "Betul, Endang, kakinya berdarah? kenapa tu?"
Endang : "Tidak apa-apa senpai. Aku duluan ya.." Lari meninggalkan Dua usil.
Agha : "Ah gua nda mau kalah" menyusul Endang.
Wisnu : "Tunggu akyuu"
Arman pun mulai mengejar ketiganya
Diatap ruang olahraga
Mikly sedang bermalas-malasan di atap ruang olahraga. Tanpa di sadari datang Ilham & Royan.
Royan : "Ilham, tadi kita ketahuan ga pas melakukannya tadi?"
Ilham : "Tidak tenang aja aku kan mahir memanah, jadi nda ketahuan kalu tadi aku yang melukai kakinya Endang senpai"
Milky terbangun & melompat kearah Ilham dan Royan
Mikly : "Beritahu aku, Apa yang telah kalian lakukan?"
Di track lomba lari.
Darah makin mengucur deras di kaki Endang.
Agha : "Endang, kaki lu berdarah itu udah lo stop aja larinya"
Endang : "Tidak, aku tidak akan berhenti"
Agha : "Jangan terlalu di paksain"
Endang : "Aku ingin memenangi lomba ini. Aku ingin dia kembali seperti dulu yang murah senyum"
Di tempat Mikly
Mikly : "Apa ini suruhan Arman Senpai?" megang kerah Ilham.
Ilham : "Jose Armando tidak mengetahui kejadian ini, kita berdua yang punya ide. Jika kita kalah dalam lomba ini, Jose Armando akan menghukum kami semua asrama 1"
Mikly : "Jadi kalian melukai kaki Endang cuma untuk alasan itu?"
Ilham : "Sebenarnya kita gak mau melakukan itu, tapi mau gimana lagi, hukuman itu terlalu berat buat kami"
Mikly : "Yah Lu harusnya bilang ke Arman Senpai. Kalian berdua sangat menyedih kan..!!"
Mikly Bergegas meninggalkan ruang olahraga menuju lapangan AGC Gokuen.
Ilham & Royan terdiam menyesali apa yang telah mereka lakukan tadi
Di lapangan AGC Gokuen
Kaka Sensei : "Para peserta lomba mulai masuk ke lapangan AGC gokuen, kira-kira siapa yang akan menang?"
Irma Sensei : "Pemimpin lomba akan masuk. Dan yang memimpin adalah... Endang!!! Disusul oleh Agha dan Arman"
Penonton kaget.
Mikly masuk ke bangku penonton lapangan AGC Gokeun dan kaget.
Mikly : "Nani?"
Ilham dan Royan juga berada di bangku penonton dengan raut muka bersalah setelah melihat Endang masih berlari dengan kaki berdarah.
Yuki : "Kyaaaa Endang Senpai Ganbatte!!!"
Asrama 3 : "IKKKKE ENDANG!!!!!"
Endang : "Sedikit lagi.."
Arman : "Aku gak mau kalah HUAAAAAA..." Mempercepat lari.
Endang : "Semangat Endang tinggal sedikit lagi."
Kaka Sensei : "Akan kah ada sejarah baru, lomba lari akan di menangkan oleh asrama 3? posisi pertama masih Endang, kedua kembali ditempati oleh Agha dan ketiga Arman!!!"
Arman : "Panggil Gua JOSE ARMANDO!!!!!"
Mikly terdiam melihat Endang yang terus berlari tanpa memperdulikan kakinya yang berdarah.
Kaka Sensei : "Tinggal 200 meter lagi. Apakah akan ada sejarah baru??"
Tiba-tiba Endang terjatuh dan suasana di lapangan terdiam
Agha dan Arman pun melewati Endang.
Endang : "Aduuh sakitnya" Sambil memegang kaki yang berdarah.
Balkon bangku penonton Asrama 3
Aiko : "Endang kenapa disana?"
Agha berhenti berlari & menghampiri Endang tetapi Arman terus berlari dan memenangi lomba.
Armando : "Menang !!!!! hosh hosh, Endang kenapa?"
Mikly melompati pagar balkon, berlari dengan cepat melewati Agha dan menghampiri Endang
Mikly : "Hoi, lu gpp?"
Agha : "Gua akan keruang UKS dan memanggil Ayanami Sensei" berlari ngebut menuju ruang UKS.
Mikly : "oke"
Endang : "Sakit banget :( "
Mikly : "lu bisa tahan sedikit kan sakitnya?" gendong Endang dan berjalan menuju pintu keluar lapangan AGC Gokuen
Mikly : "Lu gpp kan?"
Endang : "Maaf, aku nda bisa lari sampai finish"
Penonton yang hadir memberi applause ke Endang.
Aiko : "ENDANG NICE FIGHT!!! ARIGATO!!!!"
Penonton : "ENDANG... ENDANG... ENDANG..."
Ilham dan Royan merasa makin bersalah setelah meilhat perjuangan Endang dan menghampiri Arman
Sesampainya di ruang UKS, Ayanami Sensei mengobati kaki Endang
Mikly : "Gimana Keadaannya??"
Ayanami Sensei : "gpp, tapi kayanya kaki dia terluka saat perlombaan belum dimulai"
Datang -ibu-ibu PKK tukang gosip- penghuni asrama 3
Yuki : "Endang senpai gimana kabarnya?"
Endang : "Iyah udah gpp ko. Minna, gomenasai"
Fina : "Kamu gak perlu minta maaf, justru kita harus bilang terima kasih sama Endang"
Datang -gerombolan maling daleman- Penghuni asrama 1
Arman : "Maaf kan kami Endang. Kami asrama 1 udah berbuat curang"
Ilham & Royan : "Maaf kan kami. Sumpah kami mohon maaf"
Endang : "Eh? udah gpp ko, Lagian aku gak tahu ko kalu dicurangin. Hihihi.."
Fina : "ada apa ini?
Arman, Ilham & Royan: "sekali lagi kami minta maaf..."
Endang : "Iya udah gpp"
Mikly : "Endang, Nice fight! Aku akan mulai lagi berlatih hehehe.." :)
Endang : "Beneran? syukur lah hihihi."
Fina : "oh jadi ini kenapa Endang berlatih keras dan ikut lomba lari hahaha."
Endang : "Udah ah aku malu"
Arman : "Sebagai konsekuensinya aku melepas juara satu lomba lari hut AGC Gokuen"
Datang -gerombolan tukang baso- Asrama 2 dan buat gaduh ruang UKS.
Wisnu : "Yosh Minna, mari kita buat pesta makan-makan disini. Mumpung ini masih hari Ultah sekolah kita HAHAHAHA..."
Semuanya : "YOSHHH..."
Mikly keluar ruangan dan menatap kearah lapangan bola.
Mikly : "Arigato ne Endang" :)
"Ganbatte ne Mikly. Arigato Gozaimasu" Gumam Endang dalam hati.
Suasana Ruang UKS pun makin ramai, Mikly mulai memutuskan untuk kembali bermain bola. Kaki Endang pun mulai sembuh.
-To be Continued-
========================================================
Cerita Asli Oleh Amalia Fitria Broto & di edit oleh Agha
Picture Credit by Gogel
========================================================
Sebelumnya AGC Family Eps 14
Selanjutnya AGC Family Eps 16
AGC FAMILY
Episode 14 : Fighting Girl part 2
Narator : Di episode sebelumnya, diceritakan bahwa Endang siswi kelas 2b AGC GOKUEN mempunyai keinginan supaya temannya Mikli anak kelas 2b penghuni asrama 2 untuk kembali seperti mikli yang dia kenal. Mau tahu cerita selanjutnya langsung aja simak yah.
| Gunso ngantuk, Wisnu pegang ketek. |
Di Halaman AGC GOKKUEN jam 9 pagi tepatnya di barisan asrama 1
Arman : “Aaaaaahhhh.. Panas..!!” Mengibaskan tangan.
Eman : “Banged Armando, jangan sampe ketombe ku nongol deh”
Arman : “eh? Apa itu ketombe?”
Eman : “Gak tahu Armando,Aku tadi Cuma ikutin cewek-cewek di sana bilang kayak gtuh”
Arman : “Oh. Tolong dong Ilham-chan payungi akyu. Akyu tidak kuat panas”
Ilham :” Ha’ik Jose Armando” Ilham buka payung tapi payungin diri sendiri.
Royan : “Hei Ilham...”
Ilham : “apa?”
Royan : “kenapa kamu payungin diri mu sendiri?”
Dwi : “iyah, Harus nya kan Jose Armando yang dipayungin!!”
Ilham : “Oh iya, gomen ne,” ngasih payung ke Arman.
Arman : “Good boy ilham-chan” payungin Ilham.
Royan : “Itu baru bener” tepuk tangan.
Ilham : “Dwi, kamu kan anak asrama 2 di sini. Kenapa kamu ada di barisan sini” tendang Dwi keluar barisan asrama 1
Arman : “aw aw aw, makin panas aja ini.Minna-san”
Penghuni asrama 1 : “Yes Jose Armando!”
Arman : “Gerah sekali ini” pegang kening.
Penghuni Asrama 1 : “Eh ?”
Eman : “Jose Armando minta di tiupin biar sejuk”
Penghuni Asrama 1 : “Oh gitu. Jose Armando !!!!”
“Haaaaaaaaahhhhhh.. !!!!!” Penghuni asrama 1 bersama-sama meniup Arman.
Arman : “ow ow ow ow ow” pegangan di pundak Eman
Eman : “Jose Armando kenapa?”
Di barisan Asrama 2
Gunso : “Ada apa sih sampe di suruh kumpul di halaman segala?”
Naru : “Gak tahu. Tapi ambil positifnya bro, jam pelajaran Kakarot sensei jadi kepotong hahaha.”
Gunso : “Betul juga bro. Masa, Kita di suruh neliti kandungan gas pada kentut”
Kakarot sensei menjita Gunso ”jangan ngobrol kalu lagi ada pengumuman. Nanti kamu gak denger sama pesan yang disampain”
Naru : “Itaaa..”
Gunso : “Hoi Naru, kan gua yang di jitak”
Naru : “eh ?”
Gunso : “Gomenasai Kakarot sensei”
Naru : “Tapi sensei, kan belum mulai pengumumannya”
Kakarot sensei : “Eh ? iya juga yah” garuk-garuk kepala “Udah pokoknya jangan ngobrol”
Ryan : “iyah lama nih, Kakarot Sensei!”
Kakarot Sensei : “Opo?”
Ryan : “Ko Irma Sensei belum muncul-muncul juga” ngupil.
Neji : “Emang mau kasih pengumuman apa sih sensei??”
Kakarot sensei : “Udah kamu sabar aja. Irma sensei pasti nongol ko. Nanti kamu juga tahu”
Dwi : “5 menit lagi Irma sensei dateng” Dwi menerawang.
Neji : “5 menit lagi? kaya judul lagu dangdut”
Sementara di barisan asrama 3
Lia : “Senpai,” megang boneka gaara’
Fina : “Hem?”
Lia : “Penghuni Asrama 1 dan asrama 2 gak ada yang beres orangnya yah?”
Fina : “Yah begitulah. Ketua asramanya ajah ngawur semua”
Aiko : “Fina senpai juga gak beres. HAHAHAHA.”
Fina : “Aiko-chan” mimik muka sadako
Aiko : “HAHAHAHAHahahaha.. “ Volume ketawa aiko makin lama makin kecil dan muka berubah jadi pucat.
Endang berbicara dalam hati “Mikli gak ikut kumpul yah?” lihat-lihat asrama 2.
Sora : “Hei Endang-chan” ngagetin Endang.
Endang : “Eh? Sora senpai”
Sora : “Nyariin Mikli yah? Hihihi..”
Endang : “hahaha, gak ko”
Sora : “Aku kira kamu nyariin mikli, Paling dia juga cabut gak ikut kumpul”
Endang : “Kayanya iyah senpai”
Datang Irma sensei sambil megang mikropon TOA
Irma Sensei : TERIMA KASIH ATAS WAKTUNYA SUDAH MAU BERKUMPUL DI HALAMAN INI.
Naru : “Seharusnya gua yang bilang terima kasih, jadi gak belajar pelajarannya Kaka sensei.
Irma sensei melempar sepatu ke arah Naru.
Naru : “Bahaya” Insting Naru cepat, Jadiin Ryan sebagai tameng.
Ryan : "Itaaa..!!!!" Sepatu Irma sensei nempel di muka Ryan
Irma Sensei : “NARUCHIGO!!!! KAMU JANGAN BERISIK DI SANA!!!!!”
Naru : “Ha’ik, sumimmasen Sensei. Hoi ryan harusnya lu bilang apa ke gua”
Ryan :” Arigatou Naru senpai”
Naru : “Sip”
Agha : “Woy. Kenapa malah Ryan yang bilang arigatou”
Irma Sensei : “OKE SAYA LANJUTKAN. UNTUK MERAYAKAN HARI AGC GAKURE, SEKOLAH KITA AKAN MENGADAKAN LOMBA LARI MARATON KELILING AGC GAKURE. TIAP ASRAMA AKAN DIWAKILKAN 5 ORANG. BAGI ASRAMA YANG MEMENANGI LOMBA INI, HARI MINGGU AKAN DI BEBASKAN DARI SEMUA KEGIATAN SEKOLAH”
Semua siswa-siswi AGC GOKUEN teriak kesenangan.
Kakarot Sensei : “Aris sensei”
Aris sensei : “Ono opo kakarot sensei??”
Kakarot sensei : “Hari minggu kan sekolah libur. Gak ada kegiatan belajar mengajar”
Aris sensei : “Iyah juga. Udah kita diam aja pura-pura gak tahu”
Irma Sensei : “NAH SEKARANG BALIK KE KELAS MASING-MASING”
Semua siswa-siswi kembali ke kelasnya masing-masing kecuali Endang.
Endang : “Ternyata dia lagi duduk di bangku lapangan sepak bola toh” melihat ke arah lapangan sepak bola “samperin ah”
(Kelas 1B)
Neji : “Hoi Ryan”
Ryan : “Ada apa? Snif...snif..” nyiumin ketek sendiri
Neji : “Ko hadiah buat pemenang lomba kayanya agak janggal deh?” ngupil.
Ryan : “Masak?”
Nur : “Kayanya asrama 3 tidak ada harapan buat menang”
Ryan : “Emang kenapa?”
Nur : “kita kan cewek, otomatis fisik kita kalah lah sama kalian asrama 1 dan 2”
Ilham : “Belum tentu juga Nur”
Terlihat Neji menempel kan tangannya ke ketek dan menyuruh Ryan untuk mencium tangan neji yang abis megang ketek
Ryan : “Ko bau nya begini sob?”
(Narator : Jangan terlalu membayangin sama apa yang dilakuin Ryan dan neji yah !!!! DON’T TRY THIS AT HOME)
Yuki : “Lu berdua jorok banged sih!” nutup idung.
Neji + Ryan : “Abis gak ada kerjaan jadi bawaannya pingin iseng. Yuki mau cium juga?”
Yuki : “BAKA !!!!” tabok Neji dan Ryan.
Nur : “Iyah juga sih. Bisa aja asrama 3 yang bakal menangin lomba”
Neji : “Oh iya, Nur terpilih gak buat jadi peserta lomba nanti?”
Nur : “Gak tahu. Asrama 3 belum nentuin wakil buat ikut lomba nanti”
Yuki : “Paling nanti sore sehabis pulang sekolah”
Nur : “Yups betul. Oh iyah Neji kepilih buat wakilin asrama 2?”
Neji : “Aku gak tahu juga. Madara senpai belum putusin siapa aja yang bakal wakilin asrama 2 buat lomba nanti”
Ilham : “Perlombaannya minggu depan yah? Kira-kira siapa yang bakal dipilih sama Jose Armando Senpai ?” pose bertopang dagu.
Di lapangan bola terlihat Mikli lagi ngupil
Endang : Seperti biasa, lu pasti menyendiri lagi.
Mikli : “Lu lagi” Buru-buru telen upil
Endang : “Dulu, lu bermain bola di lapangan itu. Keren banged bisa gocek 4 pemain sekaligus”
Mikli : “oh, gua udah ngelupain itu semua”
Endang : “Gua gak bisa lupain. Jadi kepikiran sama omongan lu dulu ke gua”
Mikli tiduran di bangku lapangan sambil memejam kan matanya
Endang : “lu bilang “Pertama kita harus percaya pada diri kita sendiri kalu pingin meraih sebuah impian. Setelah itu kerja keras. Kerja keras pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik. Walaupun hasilnya gagal tapi tetep ada hikmahnya”. Perkataan lu itu telah menginspirasi gua dalam ngejalanin hidup sehari-hari”
Mikli membuka matanya
Endang : “Bermain bola adalah segala nya bagi lu kan ? Jadi buktiin kalu ...”
Omongan Endang di sela oleh Mikli “Baka janaino?”
Endang : “eh?”
Mikli : “Gua berhenti bermain bola karna gua gak mau bermain bola lagi. Dan bagi gua, itu udah gak terlalu penting. Kaya berkesan hidup gua berantakan aja karna gua udah lepasin impian gua buat bermain bola”
Mikli memejamkan matanya kembali
Endang : :Mungkin”
Mikli membuka matanya kembali
Mikli : “Nani?”
Endang : “Jika lu menyerah pada hal yang paling penting dalam hidup lu, secara perlahan-lahan lu bakal kehilangan jati diri lu sendiri. Seseorang yang membohongi dirinya sendiri, sebenarnya dia telah menyakiti dirinya sendiri dan bakal ngerasain yang namanya kesepian”
Mikli pun berdiri
Endang : “Ngomong-ngomong tentang lomba lari maraton, jika gua menang nanti lu mau kan bermain bola kembali?”
Mikli : “Heh!!!! Kenapa lu yang memutuskan apa yang harus gua lakuin? Emang lu siapa gua? Jangan pernah berpikir bisa membuat gua menarik kata-kata gua dengan mudah”
Endang : “Jika gua menang, gua pingin lu bermain bola lagi dan kembali ke diri lu yang dulu”
Mikli pun melangkah meninggalkan Endang
Endang : “MIKLI..!!!!!!!! AKU PASTI BAKAL MENANG..!!!!!!!!!”
Tak terasa sudah menjelang sore, siswa-siswi AGC GOKKUEN kembali ke asramanya masing-masing. Mereka mulai mengadakan rapat di asramanya masing-masing.
Ruang tamu ASRAMA 1 pukul 20:00
Arman : “Dengar kan semuanya!!!!”
Penghuni Asrama 1 : “Ha’ik”
Arman : “Kita harus memenangi perlombaan ini. Jika kita kalah akyu akan menambah porsi latihan tari india pada kalian menjadi 9 jam nonstop tiap hari minggu !!!!!”
Penghuni Asrama 1 : “HA’IK!!!!”
Ruang tamu Asrama 2
Madara : “Oke, telah dipilih siapa yang akan mewakili asrama kita dalam lomba lari marathon”
Agha : “Yosh,,!!!” Pose pahlawan bertopeng
Madara : “Yang ketiga adalah Wisnu”
Neji : “Pilihan yang bagus”
Ishida : “Hoi kelas 1. Kita taruhan setelah Wisnu senpai lari, kira-kira perutnya bakal ciut gak”
Ryan : “Boleh tuh, gua pasang kalu perut Wisnu senpai.....”
bak buk bak buk bak buk....
Terlihat siswa kelasa 1 asrama 2 terkapar di lantai akibat jurus Taekwondonya Wisnu
Wisnu : “heh? Mereka gak tahu siapa gua yang sebenarnya hahaha?
Kelas 1 penghuni asrama 2 : “Gomenasai Wisnu senpai”
Madara : “Pelari ke empat adalah Yudistira. Dan pelari ke lima adalah...”
Yudistira : “Hoi Mikli, kaki lu udah lama sembuh kan?”
Mikli : “Pass...” Meninggalkan ruang tamu.
Yudistira : “payah”
Madara : “Udah, kita harus hormatin keputusan dia. Okeh untuk pelari ke lima adalah Neji”
Neji : “Okeh”
Madara : “Baik lah rapat selesai. Sekarang balik ke kamar kalian masing-masing”
Ruang tamu asrama 3
Fina : “Mari kita buat sejarah untuk pertama kalinya memenangi lomba marathon untuk asrama kita. Okeh Arigatou atas waktunya. Sekarang kembali ke kamar kalian masing-masing”
Endang : “Osh. Atashi gambari masho. Dan buat dia tersenyum seperti dulu lagi” melihat ke asrama 2 “Oyasumi nasai”.
-To be Continued-
========================================================
Cerita Asli Oleh Amalia Fitria Broto & di edit oleh Agha
Picture Credit by Gogel
========================================================
Sebelumnya AGC Family Eps 13
Selanjutnya AGC Family Eps 15
AGC FAMILY
Episode 13 : Fighting Girl Part 1
AGCHolic : “Hooooyyyyy”
Narator : “Kok sepi sih...???
Tet.. Tet.. Tet.. Tereroret totet.. tetet totet...
Hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga...
Narator : “Mending langsung ke tekapeh coooyyy...” Lanjutin Joget.
Di kantin Sekolah.
Agha : “Asik tuh lagu dangdutnya”
Wisnu : “Gaya tuh bu kantin musiknya dungdat”
Agha : “Iyah bro, asik nih kalo joget..” Joget jari telunjuk sambil makan bakso.
Madara : “Eh.. tadi Fina, Sora, Fifin dan anak-anak cewek yang kelas 3 disuruh Irma dan Kaka Sensei ke Lab Biologi yah? kira-kira ada apa yah?”
Agha : “gtau ah, emang gua pikirin...” Masih asik joget telunjuk.
Gunso : “Paling di suruh nepokin nyamuk di lab”
Ryan : “Oh iyah Naru Senpai, tadi Kaka Sensei ngasih pengumuman apa sih? Gak sempet denger” Bersiap makan Roti.
Naru : “Eh, gua juga gak denger sob” Makan nasi goreng.
Neji : “Iya gua juga gak denger, suaranya remang-remang gak jelas. Padahal tadi Kaka Sensei pakai mikropon loh ngasih pengumumannya”
Dwi : “Lagian ngasih pengumumannya pas jam sekolah, jadi gak ada yang denger”
Samehada : “Kalu gak salah gua denger ada kata lomba lari maraton gitu deh”
Dwi : “Lomba lari maraton?” Makan bubur ayam.
Yudistira : “Kalo bener ada kata lomba lari maraton,berarti kaya tahun kemarin dong”
Ryan : “tahun kemarin memang diadain juga?”
Yudistira : “Ho’oh..”
Datang gerombolan cewek tengik penghuni asrama 3
Endang : “Bu, Nasi goreng 5, Mie rebus 4 minumnya es teh manis 9”
Gunso : “Nani? Ada yang mau nyaingin lu wis?”
Wisnu : “Eh? mana mungkin. Mungkin Endang mau beliin buat gua kali bro? Hahaha...”
Endang : “oh no no no no... Saya niatnya malah pingin jadiin Wisnu Senpai jaminan buat utang semua pesanan tadi ke ibu kantin. Hahaha...”
Wisnu : “Suram, Pura-pura gak denger aja ah...”
“Eh, Itu gado-gado nda mau bro?” Ngambil gado-gado punya Gunso”
Endang : “Jelas-jelas di sini ada 9 cewek. Hahaha.
Gunso : “Wis, lihat deh, Otot di tangan gw keren kan bro?” Sembari nunjukin Otot lengan
Wisnu : “keren bro” Lanjut makan gado-gadonya Gunso
Gunso : “abis lihat otot gua, kenapa lu gak balikin gado-gado gua bro? lu gak merinding abis lihat otot di tangan gua?” Lihat dengan tatapan melas ke arah gado-gado yang di makan Wisnu
Wisnu : “biasa aja” Makin ganas cara makan gado-gado.
Gunso : “oh begitu yah. Ok ok ok...” Ngangguk-ngangguk sambil lihatin cara makan Wisnu
BLETAK....!!! “BAKA...!!!!” Agha menjitak Gunso.
Agha : “Bukannya lu ambil lagi itu gado-gado. Hahaha...”
Gunso : “Aduh”
Endang : “Hahahahaha..”
Dalam pikiran Endang.
“Nama eke Endang, kelas 2B. Hobi saya edit-edit gambar dan males-malesan di tempat tidur. Saya paling gak suka kalo saya lagi tidur di kamar tiba-tiba lampu kamar di nyalain. Jika ada, saya akan ngamuk pada orang yang nyalain lampu itu.”
Yudistira : “Hoi Mikli, nanti lu ikut partisipasi kan di lomba lari marathon kan? Lu kan anak asrama 2 juga”
Semua yang ada di kantin melihat ke arah Mikli.
Mikli : “Gak minat” Cuek terus minum es kelapa.
Yudistira : “gak minat? cidera kaki lu kan udah sembuh?”
Mikli : “Masalah buat lu!! emang lu siapa gua?, Mending urus diri lu sendiri. Kamar lu aja berantakan gitu mau ngurusin orang!”
Suasana tiba-tiba berubah jadi hening.
Yudistira : “Nani?” Samperin Mikli sambil ngepalin tangan.
Madara langsung menengahi Mikli dan Yudistira biar tidak terjadi perkelahian.
Madara : “Hoi Hoi hoi, kenapa sih lu berdua? bukan nya dulu lu berdua temen dekat kan ?”
Yudistira : “Gomen senpai”
Madara : “Hei Mikli, lu beneran gak bisa ikut lomba?”
Yudistira : “Udah lah senpai, kita nda butuh orang kaya begitu”
Setelah mendengar perkataan Yudistira, Mikli pun meninggalkan kantin seorang diri dan kembali ke kelas.
Wisnu : “Haaahhh, kenapa suasana jadi nda enak begini, Bu... Gado-gado 1 dong!!!!”
Agha : “Nani? Nambah lagi bro? bukannya lu udah ngerampok gado-gadonya Gunso”
Wisnu : “Bukan buat gua. Gua mau gantiin gado-gadonya Gunso” Ngambil pesanan gado-gado.
Semua yang ada di kantin melihat ke arah Wisnu
Wisnu : “Nani??”
Gunso : “Tumben, biasanya lu pelit bro tentang makanan”
Wisnu : “kalu gitu batal” Nyendok gado-gado.
Gunso : “Wahh, gua kan cuma bercanda bro” nahan sendok yang dipegang Wisnu
Wisnu : “Telat, hehehe...”
Semua yang ada di kantin pun tertawa lihat kepolosan Gunso dan Wisnu
Yuki : “Ano aiko senpai”
Aiko : “iyah?”
Yuki : “Mikli itu siapa yah?”
Nur : “Iyah, aku baru lihat dia”
Yuki : “Dia kelas 1 juga yah Senpai?”
Nur : “Yuki, Di kelas kita gak ada dia”
Dahlia : “Di kelas ku juga gak ada”
Aiko : “Yah nda ada dong, kan dia teman sekelas saya sama Lia juga”
Yuki : “Oh kelas 2 yah, aku kira dia kelas 1”
Nur : “Tadi Yudistira senpai bilang dia anak asrama 2?”
Lia : “Yups. Asrama 2. Dia satu asrama sama kakak saya si Doraemon. Hahaha...”
Wisnu : “Lia Yati Pesek” Nyeletuk sambil makan”
Nur : “Oh wakata. Hahahaha”
Rin : “oh gitu, Tapi Mikli itu orangnya sombong dan jutek banged yah?”
Endang : “Sebenarnya gak”
Rin : “Eh? “
Endang : “Dia dulu gak seperti itu. Mikli dulu orangnya ramah dan suka bersosialiasi sama yang lain”
Aiko : “Yups itu dulu, sekarang gak, bisa di bilang dia itu kaya gak punya teman sekarang & selalu menyendiri”
Yuki : “oh ko bisa begitu”
Endang : “Sejak kejadian 1 tahun yang lalu. Dia berubah 180 derajat”
Nur : “Kejadian 1 tahun yang lalu?”
Endang : “iya, kejadiannya aktu itu saya lagi jalan menuju rumah, tiba aja ada sopir becak bawa becaknya ngebut sambil ngepot-ngepot, pake standing juga. Dan becak itu mau menabrak saya, tapi di tempat dan waktu yang sama datang Mikli”
Rin : “Terus Mikli senpai nolongin endang senpai?”
Endang : “iyah Mikli menolong saya. Dia mendorong saya sampai terjatuh ke got yg kering sedalam 3 meter dan saya pun selamat dari becak itu”
Yuki : “Wow, Mikli senpai Sughoi”
Endang : “Sughoi ne?” Senyum.
Yuki : “hu’um Senpai”
Endang : “hehehe. Tapi akibat dia menyelamatkan saya, kaki kanannya terlindas oleh becak itu sampai kaki Mikli bengkak”
Dahlia : “Bengkak?”
Endang : “Yups. Gara-gara tolongin saya, kakinya bengkak dan dia jadi gak ikut team sepak bola AGC FC bertanding di liga antar sekolah tahun lalu. Setelah itu dia keluar dari tim. Padahal impian dia pingin jadi pemain bola yang handal” Mewek.
Aiko : “Udahlah End.Bukan salah Endang ko. Lagian waktu itu Endang kan udah minta maaf sama dia dan dia maafin kan?”
Endang : “iyah sih. Tapi....”
Lia : “Oh iyah, kata Doraemon, tahun ini dibuka lagi pelatihan tim sepak bola AGC FC loh”
Endang : “Eh? Honto?”
Lia : “Iyah End. Betul kan Wisnu Onii-chan..!!??” Teriak manggil Wisnu.
Wisnu : “Eh? apaan?” Minum es kelapa.
Lia : “Udah iyah aja...!!!” Teriak.
Wisnu : “Ok dah iyah aja. Ganggu orang lagi nikmatin es kelapa aja” Minum es kelapa.
Lia : “Nah Betulkan End.”
Endang : “Si mikli tahu gak yah, kalu belum, aku harus kasih tahu dia” beranjak dari kursi.
Yudistira : “Dia udah tahu, tapi dia gak ikut”
Endang : “Eh? gak ikut? kenapa? Dia kan pingin banged jadi pemain bola”
Yudistira : “Mana gua tahu, lu tanya aja sendiri sama Mikli” Acak-acak rambut Aiko.
Aiko : “Hei... BAKA..!!!” Tabok Yudistira.
Yudistira pun terjatuh dan tanpa sengaja mendorong Arman yang lagi konsentrasi mengambil sepotong kue ke arah sebuah cake besar. Alhasil Arman pun nyungsep, muka Arman belepotan kue cake.
Ilham : “JOSE ARMANDO..!!!!!!”
Arman : “Siapa yang mendorong Akyuuu ????????” Bangun dari tupukan Cake.
Ilham : “Jose Armando??”
Yudistira : “Gomen ne Arman”
Arman : “PANGGIL GUA JOSE ARMANDO..!!!!! KAU DARI ASRAMA 2 PASTI SENGAJA MENDORONG KU HAAAAHHHH..!!!!!”
Naru : “NANIIII..!!!! SEMBARANGAN AJA LU MENUDUH, HEI BAYI TERMINATOR!!!!!!”
Arman : “BAYI TERMINATOR KATAMU???? DASAR KAU BALITA PREDATOR!!!”
Naru : “PERANG DI MULAIIIII.!!!!!!!!!!!!!!!!”
Terjadi pertempuan hebat di kantin antara asrama 1 dan asrama 2. Penghuni asrama 3 menjadi cheerleaders buat asrama 1 dan asrama 2 yang sedang bertempur.
Endang : “Oh iyah, sebaiknya aku samperin Mikli”
Endang meninggalkan kantin dan menghampiri Mikli.
Di dekat lapangan sepak bola AGC Gokkuen
Terlihat Mikli melihat ke arah lapangan bola.
Endang : “Hoi..!!!” Ngagetin Mikli.
Mikli : “Nani kore?”
Endang : “Setahun belakang ini lu sekarang jadi pendiem hehehe..” Garuk-garuk kepala
Mikli : “Bukan Urusan lo!!”
Endang : “Iyah sih bukan urusan gua. Oh iya, katanya Tim Sepak bola AGC FC ngadain pelatihan sekaligus seleksi pemain yah, wah Mikli ikut dong. Hihihi””
Mikli : “Bisa diam gak!! Jangan sebut sepak bola lagi di depan gua?”
Endang : “Bukannya Mikli pingin banget main bola di Tim AGC FC? kaki lu sudah sembuh kan?”
Mikli : “Udah gua bilang ini bukan urusan lu...!!!!!”
Endang : “Apakah lu belum 100% memaafkan gua atas kejadian satu tahun yang lalu?”
Mikli : “eh, gua sudah maafin ko. Lagian itu bukan salah lu ko”
Endang : “Arigatou, tapi kenapa lu jadi begini sekarang?” Kemana Mikli yang gua kenal sangat ramah ke orang lain dan antusias banget sama yang namanya sepak bola? Sejak lu keluar dari tim setahun yang lalu, lu berubah..”
Mikli pun terdiam.
Endang : “gua tahu, dalam hati lu itu ada perang batin.gua yakin kalu lu itu masih Seorang Mikli yang ramah yang ingin menjadi pemain bola yang handal yang gua kenal. Jangan jadi Cowok sok COOL deh dengan memendam semua perasaan itu semua. gak ada salahnya ko kalu lu keluarin semua perasaan itu. Memang susah sih, coba deh mulai dengan yang sederhana yaitu SMILE. Tersenyum lah terlebih dahulu ke diri sendiri”
Narator : “Pidato Buk?? Wkwkwkwkwk...”
Endang : “Kotbah Jumat BAKA...!!”
Terlihat Mikli sedang melihat kaki kanannya dan kemudian mengalihkan pandangannya ke lapangan bola.
Endang : “Gomen ne Mikli kalu gua banyak omong segala macem dan ikut campur. Gua sebagai teman cuma pingin lihat lu tersenyum kaya dulu lagi. Mungkin temen-temen yang lain juga pingin melihat lu tersenyum seperti dulu lagi”
Narator : “Pidato lagi dia... Wakakakak....”
Endang : “Huh...!!”
Mikli menoleh ke arah Endang*
Mikli : “Udah selesai pidatonya? kalu udah Gua duluan ke kelas” Melangkah meninggalkan Endang.
Narator : “Nah loh kan bener Pidato.. Buahahahah... “
Endang : “Berisik lu Narator bego!!!... Gua akan melakukan sesuatu supaya lu tersenyum seperti dulu lagi Mikli!” Teriak
Mikli : “Terserah lu dah mau ngapain, Gua nda peduli” Ngeloyor pergi
Suara bel berbunyi, waktunya jam pelajaran di mulai lagi.
Tak terasa sudah sore menjelang malam, seluruh siswa-siswi AGC GOKUEN pulang menuju asrama masing-masing.
Asrama 3 lantai 2 Jam 9 malam.
Aiko : “Hayo , Endang ngapain lihatin asrama 2 terus?” ngupas jeruk
Lia : “Pasti mikirin Mikli, hahaha...” Meluk boneka Nenek Chiyo”
Endang : “Gak juga ko. Menurut kalian, Mikli bisa balik seperti dulu gak yah?”
Aiko : “Bisa, tapi tergantung dia juga sih” Makan jeruk*
Endang : “Yups”
Aiko : “Udah malem, aku tidur duluan yah End”
Lia : “Aku juga. Oyasumi..” Ngerebut jeruk nya Aiko terus lari masuk kamar.
Aiko : “Si Yati Pesek nyari masalah nih. Oyasumi endang ! LIAAAAAAAAA..!!!” ngejar lia terus masuk kamar.
Endang : “hahaha, Oyasumi”
Dalam hati endang.
“Aku yakin, Aku bisa membuat dia tersenyum seperti dulu lagi. Oyasumi”
-To be Continued-
========================================================
Cerita Asli Oleh Amalia Fitria Broto & di edit oleh Agha
Picture Credit by Gogel
========================================================
Sebelumnya AGC Family Eps 12
Selanjutnya AGC Family Eps 14
AGC FAMILY
Episode 12 : Ketua osis AGC gokuen.
Narator : Jam di AGC gakure menunjukan pukul 1 pagi. Setelah menyelesaikan hampir 100% bahan pidato buat Agha, Madara dkk kembali ke tempat kerja sambilan mereka masing-masing dan langsung berangkat kesekolah langsung dari tempat kerja mereka. Penghuni asrama 2 kembali ke kamar masing-masing. Hanya Agha yang masih di ruang tamu untuk menyelesaikan bahan pidatonya. Lebih lanjut langsung aja ke tkp.
Oh iya selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. :D
Di ruang tamu asrama 2.
Agha : “Yosh, selesai juga bahan pidato buat nanti pidato gua. gak kerasa udah jam 1 pagi. Minna, Arigatou udah bantuin gua ngerjain ini. Balik ke kamar ah”
Agha pun kembali ke kamar sambil membawa bahan pidato dan tertidur pulas.
Sementara itu di ruang tamu Asrama 1
“Uhuk Uhuk Uhuk...” Arman terbatuk-batuk dengan menggigil.
Ilham : “Jose Armando kenapa?”
Rio : “iyah ko aneh”
Eman : “Jose Armando?” Mengguncang-guncang bahu Arman.
Arman terbangun dengan mata melotot.
Penghuni asrama 1 pun kaget.
Eman : “Jose Armando kesurupan!!!!”
Semua penghuni asrama 1 terlihat pucat.
Arman : “aku sekarang ingat, aku adalah wanita paling cantik di AGC gakure. Pagi itu aku lagi jalan sendirian di jalan AGC gakure. Aku melewati sebuah toko kaca. Aku melihat sebuah kaca dan terdiam. Alangkah cantiknya diriku saat melihat diriku di kaca berlensa cembung itu. Setelah menghampiri kaca yang berlensa normal, aku terkejut”
Ilham : “Terkejut kenapa? semakin cantik kah?”
Arman : “malah sebaliknya. Kaca itu pun tiba-tiba retak”
Tiba-tiba kepala Arman berputar 360 derajat.
Arman : “Karna bunyi retakan kaca itu aku terkaget dan tanpa sadar aku pindah dari trotoar ke aspal jalan. Dan aku terlindas becak yang sedang lewat. Becak itu pun kabur!!!!”
“Huuaaaaaaahhhhh akan ku cari pengemudi becak itu !!!!!!!!!!”
Arman mengejar penghuni asrama 1 yang sedang lari menyelamatkan diri.
“TOLOOOOONGGGG!!!!!!!” Teriak Penghuni Asrama 1 sambil lari-lari gak jelas di dalam asrama 1.
Arman berhasil memegang Eman sehingga arwah gentayangan yang merasupi Arman berpindah ke Eman.
Pukul 06:30 di Asrama 3
Sora : “Ohayou!!!!”
Penghuni asrama 3 : “Ohayou!!!”
Fina : “Pede sekali tampaknya dirimu, Sora?”
Sora : “Osh, aku udah siap buat nanti pidato” Sambil memegang barbelLia : “Ganbatte ne Sora senpai!!”
Sora : “Ha’ik”
Fina : “Inget pesenan kita yah kalu kamu menang”
Sora : “Gak mau inget” terus melihat kearah asrama 2.
Aiko : “Hayo, lihatin asrama 2 yah senpai?” ngagetin Sora.
Sora : “Gak ko...” Menatap tajam Aiko sambil main-main barbel.
Aiko : “aw aw aw, barbelnya udah kinclong ko” Dengan muka pucat.
Yuki : “Sora senpai beneran bawa barbel itu nanti pas pidato?”
Sora : “Yups...” ngelap barbel.
Yuki : “oh, ano Aiko senpai ko mukanya tiba-tiba agak pucat yah?”
Aiko & Yuki saling berbisik-bisik.
“hehehe, tadi kamu denger kan kalu aku tadi bilang ke Sora senpai “lihatin asrama 2 yah“?” Bisik Aiko ke Yuki.Yuki manggut-manggut bapak tua.
Aiko : “Nah, Sora senpai tahu kalu aku bakal bilang ke Sora senpai “ cari kabar terbarunya Agha senpai yah?”.
Yuki : “Terus hubungan nya apa sama pucetnya Aiko senpai?”
Aiko : “BAKA!” Jitak Yuki.
“Kalau aku sampe ngomong itu, pasti barbelnya Sora Senpai melayang ke kepala aku”
Yuki : “heeeeehh..?” Langsung pucat.
Sora : “Ehem ehem ehem eheeeeeeeem...” melirik ke arah Aiko dan Yuki
Nur : “Sora senpai, berat barbelnya berapa kilo?”
Sora : “Oh ini, ringan ko Cuma 10 kg ajah”
Nur : “10 kg?”
Rin : “10 kg di bilang ringan?”
Dahlia : “pake kata “ajah” lagi..”
Rin : “Pantes Sora senpai agak kekar kaya Samson”
BLETAK....!!! Sora menjitak Dahlia & Rin.
Fina : “Udah jam 7 kurang 5 menit”
Sora : “Osh, Minna-san, saatnya berangkat ke sekolah”
Penghuni asrama 3 : “Ha’ik.”
Sementara itu di kamar 102 Asrama 2.“Grooooookkkk fiuuuuhhhh grooooookkkk....”
Suara Agha ngelindur sambil senyum-senyum sendiri.
Tiba-tiba bel alarm bunyi yang ke 5 kalinya
KRRRRIIIIIIIINNNNNNGGGGGGGG.................!!!!!!!!!!!
Agha : “Woiii ah, gak tahu apa gua masih ngantuk..!!!” Sambil beranjak mematikan alarm jam.
Agha kaget ternyata sudah jam 7 lewat 10.
Agha : “NANIIIII..??????? Harus cepet-cepet nih”
Di halaman sekolah pukul 07:30
Madara : “Woi Gunso!!!! Agha kemana?”
Gunso : “Gak tahu bro, apa itu anak masih tidur yah?”
Datang Sora dan penghuni asrama 3
Sora : “Udah saya duga, Agha gak bakal datang” Dengan nada sinis.
Naru : “Pasti Agha datang” Optimis.
Sora : “Buktinya mana? Dia gak muncul kan? Dia bilang laki-laki itu pantang jilat omongannya sendiri? nyatanya apa? Jangan bercanda deh. hahaha...”
Naru : “Nani..????”
Gunso : “tenang bro...” menghadang naru yang mau jalan ke arah Sora
“Pasti Agha dateng”
Sora : “Maaf yah, makanya laki-laki kalu buat janji itu harus ditepatin. Jangan Cuma ngomong aja. Sering menggombal macem-macem”
Fina : “Sora..!!!!”
Sora : “oke. Gomen. Duluan yah”
Sora dan penghuni asrama 3 pun pergi.
Dwi : “Senpai, Gimana ini?”
Madara : “tenang”
Naru : “Wisnu, lo susul Agha ke asrama gih?”
Wisnu : “ok...”
Ryan : “Duh udah jam segini. Kemana sih Agha Senpai”
Sementara itu Agha lari terburu-buru dengan melewati jalan pintas menuju AGC GOKUEN.
Ketika sampai di sebuah taman, Agha sekilas melihat seorang anak SMP yang sedang di palak oleh 5 preman.
Agha : “Kasian juga anak itu. Kalu gak di tolongin bakalan abis di jahatin sama preman-preman itu. Tapi sekarang udah mau jam 8. Acara pidatonya pasti udah mulai. Gimana ini..?”
Agha pun berlari kearah anak SMP
Terlihat 5 preman itu sedang memukuli anak SMP.
Agha : “Hoi BAKA YARO..!!!!!!!”
Situasi lain di halaman sekolah, Irma Sensei sedang mengumumkan tentang pidato para calon ketua osis.
“PIDATO CALON KETUA OSIS AGC GOKUEN MASA JABATAN 2012 SAMPAI 2013 DIMULAI. KITA SAMBIT CALON PERTAMA DARI ASRAMA 1 EMAN RIMAWAN...!!!”
Muncul eman yang dibawa dengan tandu oleh petugas kesehatan AGC gakure dan diikuti penghumni asrama 1 dan hanya melewati panggung pidato saja.
Eman bernyanyi sambil kepala nya berputar 360 derajat.
“potong bebek angsa, angsa di kuali, nona minta dansa, dansa 4 kali”
Irma Sensei : “Eman kesurupan?”
Aris Sensei : “kayanya. Langsung panggil calon peserta ke 2 aja”
“OK. LANJUT KE CALON KANDIDAT NOMER 2. MARI KITA SAMBIT AGHA KUN DARI ASRAMA 2”
Suasana berubah hening.
Naru : “Agha gak muncul ini?”
Madara : “gak mungkin”.
Gunso : “Tuh si Wisnu udah nyampe”. menunjuk kearah Wisnu yang baru datang
Madara : “Agha mana?”
Wisnu : “Di asrama gak ada sapa-sapa bro, hos...hos... gua nyari di sekitar juga gak ada”.
Gunso : “Kemana itu anak?”
Neji : “Apa mungkin Agha senpai kabur?”
Ryan : “gak mungkin lah”
“AGHA KUN ? SILAHKAN NAIK AGHA KUN..!!!” Suara Irma Sensei
Aiko : “Perkiraan Sora Senpai benar”
Nur : “Agha Senpai gak dateng”
Sora : “Sudah saya duga. Dasar pengecut!!!!!”
“BERHUBUNG AGHA KUN TIDAK NAMPAK. BERARTI DIA GUGUR DALAM PENCALONAN KETUA OSIS. OKE CALON YANG TERSISA HANYA HINAMURA SORA DARI ASRAMA 3. APAKAH KAMU BERPIDATO? SUDAH PASTI KAMU YANG TERPILIH JADI KETUA OSIS AGC GOKEUN”
Sora : “Ha’ik, Saya akan berpidato”
Sora berjalan menuju panggung.
Sora : “EHEM, PERTAMA-TAMA, SAYA UCAPKAN TERIMAH KASIH KEPADA KEPALA SEKOLAH AGC GOKUEN DAN STAF GURU...”
Berubah scane ke perkelahian Agha dengan 5 preman.
Agha menjambak rambutnya Preman ke 1.
Preman 2 menarik bulu idung Agha “aduuuhhh... sialan”
“Rasain nih...” Agha mencabut bulu ketek preman ke 2
Ganti scane dimana Sora sedang berpidato.
“ PROGRAM SAYA YANG PERTAMA ADALAH SETIAP HARI SABTU AKAN DIADAKAN KERJA BAKTI...”
Yuki : “Sora Senpai keren yah”
Nur : “Gak salah kalu kita milih Sora senpai jadi ketua osis dari asrama kita”
Dahlia : “kharismanya berwibawa banget”
Nur : “Aku juga pingin kaya Sora senpai”
Ganti scane ke perkelahian Agha dengan 5 preman lagi.
Preman 5 menjewer kuping Agha. “Gyuuuutttt... Aw... Aw... Aw...”
“Niiiihhhh....” Agha myabutin bulu kaki preman ke 5.
5 preman itu kalah dan meringis kesakitan.
“Hah hah hah....* muka bonyok.
“hoi, Bisa-bisanya lu berlima malak anak SMP udah gitu sendirian lagi. Harusnya lu semua malu. Pergi lu sana BANCI...!!!!!”
Anak Smp : “Arigatou onii-chan”
Agha : “Sama-sama. Lain kali lu harus hati-hati. Duluan yah.."
"waduh gua udah telat nih”
Agha meninggalkan anak SMP itu dengan tergesa-gesa dan tanpa sengaja telah menjatuhkan kertas naskah pidato.
Anak SMP : “ini bukannya kertas yang dipegang kakak tadi” melihat ke arah kertas.
“Onii-Chan.....!!!!” Anak itu berlari menyusul sambil memanggil Agha yang udah jauh.
Kembali ke pidato Sora...
“.......SEKIAN DARI SAYA. TERIMA KASIH”
Siswa dan Siswi AGC GOKUEN tepuk tangan untuk Sora.
Irma Sensei : “TERIMA KASIH ATAS PIDATONYA HINAMURA SORA. BAIK LAH SUDAH DI PASTIKAN BAHWA KETUA OSIS AGC GOKEUN MASA JABATAN 2012 SAMPAI DENGAN 2013 ADALAH......”
Terlihat penghuni asrama 2 tertunduk lesu.
Irma Sensei : “......HINAMURA SORA DARI KELAS 3B ASRAMA 3.”
“SELAMAT ATAS TERPILIHNYA MENJADI KETUA OSIS AGC GOKEUN YANG BARU”
Suara riuh ramai menyelimuti AGC gokeuen.
Nur : “Sora senpai. Omedeto..!!!”
Penghuni Asrama 3 : “Sora senpai, OMEDETO...!!!” Kasih karangan bunga ke Sora.
Tiba –tiba datang Agha dengan muka babak belur & pakaian kotor.
Agha : “Udah selesai kah?”
Suasana berubah jadi hening.
Madara : “BAKA!!!!! Lu kemana tadi?”
Gunso : “Gha, kenapa baru dateng lu?”
Agha : “Hos hos hos...”
Irma sensei (pake mik) : “AGHA KUN. KAMU HABIS BERKELAHI YAH?”
Agha : “Maaf sensei, tadi dalam perjalanan saya terjatuh ke sungai. Hahaha..”
Sora : “Alesannya mengada-ngada”
Agha : “Halo Sora. hehehe...”
Sora : “Omongan lo kemarin mana?”
Agha : “heh? omongan yang mana yah? heheee...”
Madara : “Hoi Agha!!!!”
Naru : “kita tadi malem udah berkorban waktu dan pikiran buat bantuin lo buat naskah pidato.”
Gunso : “Jadi ini balasan kepercayaan kita ke lo”
Penghuni asrama 2 melihat ke arah Agha & terlihat kecewa.
Agha : “MINNAAA, GOMENASAI...”
Terdiam beberapa saat.
Wisnu : “Udah lah, yang penting Agha nongol di sini hahaha...”
Madara : “Iya juga sih, setidaknya dia dateng walopun telat dan gak ikutan pidato. Ahak ahak ahaks.”
Penghuni asrama 2 : “iyah betul. Dia udah buktiin omongannya kalu dia nda kabur hahaha...”
Agha : “Omaira...” Tersenyum.
Sora : “Asrama 3, mari kita balik ke asrama”
Penghuni asrama 3 : baik.
Agha : “Hoi sora... Selamet ya...”
Penghuni asrama 3 pergi menghiraukan Agha.
Wisnu : “Udah biarin aja Sora. Masih ada jalan lain bro dapetin hati dia” Garuk perut.
Agha : “Nani?” nyekek Wisnu.
Disaat penghuni asrama 3 pulang menuju asrama, mereka didatangi oleh anak SMP yang tadi di selamatin Agha.
Anak SMP : “Ano sumimmasen. Apakah kakak-kakak sekalian melihat kakak laki-laki yang pakaiannya sobek-sobek masuk sekolah ini?” Memegang kertas.
Sora : “Kamu siapa yah?”
Fina : “Mungkin yang dia maksud itu Agha kun.”
Anak SMP : “maaf Onee-san. Boleh kah saya minta tolong berikan kertas ini kepadanya. Setelah dia berkelahi untuk menolong saya, dia tergesa-gesa langsung pergi dan menjatuhkan kertas ini. Mungkin kertas ini penting buat kakak itu” Ngasih kertas ke Sora.
Sora : “kertas ini?” Kaget setelah melihat isi kertas.
Fina : “Naskah pidato. Sora, jadi dia telat sampai sekolah jangan-jangan karna.....?”
Sora : “Iyah. Ade, kamu kesekolah gih sekarang. Pasti kamu juga telat. Biar kakak yang sampein kertas ini”
Anak SMP : “Ha’ik. Arigatou Onee-san” Pergi
Aiko : “Ano, kenapa Agha senpai gak bilang terus terang ke kita semua?”
Sora : “Aku gak tahu” Sambil melihat Agha yang lagi di jitakin sama Clan Hitler.
Jam 8 malam di depan gerbang asrama 2
Terlihat Agha sedang jalan sendirian.
Sora : “Hai Agha..!!!”
Agha : “Oh.. Halo Sora Hehe.. Ngapain kesini? Kangen ya...”
Sora : “BAKA....!!!” “Ano Maafin gua yah udah anggap lu yang gak-gak”
Agha : “maksudnya?”
Sora : “Gua tahu kenapa lu tadi pagi datengnya telat” Ngasih kertas naskah pidato ke Agha.
“Maaf yah...”
Agha : “oh ini... Udah lah gak udah di pikirin. Yang sudah lewat yah sudah. Oh iya selamat yah atas terpilih jadi ketua Osis AGC GOKUEN yang baru hehehe...” Garuk-garuk kepala.
Sora : “Oh ha’ik”
Agha : “udah malem. Gua masuk duluan yah. Konbawa...” Agha masuk ke asrama 2.
Sora : “Konbawa... Arigatou...”
Terlihat sesosok di lantai 2 asrama 3 sedang melihat tajam ke arah asrama 2 lantai 2.
-To be continued-
========================================================
Cerita Asli Oleh Amalia Fitria Broto & di edit oleh Agha
Picture Credit by Gogel
========================================================
Sebelumnya AGC Family Eps 11
Selanjutnya AGC Family Eps 13
AGC FAMILY
Episode 11 : Persaudaraan
Narator : Yah, di cerita kemarin kaya nya masih pada inget kan, kayanya untuk chapter ini agak serius deh. langsung aja ke tkp yuahhh.
Ruang tamu Asrama 1 jam 7 malam.
Arman : “Cuuuttt Cuutttt Cuuutttttt.. Mana expresinya Juan Emano?” ala Sutradara.
Eman : “Summimasen Jose Armando.”
Arman : “Posisi badan kamu salah itu Juan Emano, Badan kamu jangan tegak, tapi bungkuk.”
Eman : “Siap Armando.”
Arman : “Itu namanya nonggeng, Juan Emano”
Ilham : “Ne, kalu pidato bukannya badan harus tegak”
Arman : “Eh Honto ni?”
Ilham : “ha’ik”
Arman : “Oh ngobrol dong Ilham-chan. Haduh Emano!!. Kamu salah itu, jangan bungkuk!! Badan kamu harus tegak Emano. Gimana sih kamu!!!”
“Perasaan tadi yang suruh bungkuk kan Armando” pikir Rio.
Arman : “Hei Emano, tadi intonasi suaramu rendah sekali. Kamu harus menggunakan suara Tenor.”
Eman : “Tenor. Kaya lagi nyanyi seriosa dong Armando”
Arman : “Betul, kalu bisa nanti kamu saat berpidato itu pidato lah seperti pavaroti lagi nyanyi. Itu bisa menggambarkan kalu kamu itu berwibawa. AAAAAAAAAHAHAHAHAHA....” Ketawa sampai matanya melotot.
Eman : “tolong kasih contoh dong Jose Armando-sama”
Arman : “Oke, ehem ehem, 1,2,3 dan ....”
Eman : “Minna !!. Ini merupakan kesempatan langka melihat Jose Armando berpidato”
Penghuni asrama 1 : “asik, pengalaman berharga ini”
Arman : “dan teriMAAAAAAA......!!!!” Dengan lengkingan yang menyayat hati.
Tiba-tiba kaca asrama 1 pecah, lampu padam,tembok retak dan lebih parah lagi sebagian siswa penghuni asrama 1 jadi kesurupan.
Rio : “Tolong- tolong”
Ilham pun lari-lari gak jelas
Rio : “hoi, Cepetan panggil Dwi dari asrama 2, Kalo gak Diahinata dari asrama 3 buat tolongin nolongin yang kesurupan”
Ilham : “Ha’ik..”
Rio : “Ko Jose Armando tidak mau berhenti sih?
Lulus : “Kayanya gak bakal berhenti sampai selesai satu kalimat”
Rio : “Aduh gawat !! Juan Emano juga kesurupan lagi”
1 jam kemudian
Arman : .....KASSSIIHHH....”
Ilham : “CE.. CE.. CEEEETOOOOP JOSE ARMANDO...!!!!!!”
Lulus : “Maksud kamu stop kali”
Ilham : “biarin, yang terpenting Jose Armando brenti pidatonya”
Arman pun berhenti.
Rio : “akhirnya berhenti juga”
Arman : “Eh, ada apa yah ko berantakan begini??”
Terlihat Dwi dan Diah sedang mengobati penghuni asrama 1 termasuk Eman yang masih kesurupan.
Kejadian lain terjadi dii kamar mandi asrama 2 kamar 202 terlihat Agha sedang ritual BAB.
Agha : “Arggghh belum dapet ide bahan pidato buat besok” sambil mengacak-acak rambut.
“Yang lain pada sibuk urusan masing-masing. Kalu kaya begini terus gimana besok nih? ah kepala gua panas” Teriak di kamar mandi.
Sesosok mahluk muncul dari dalam bak mandi dengan pakaian perawat
Ryan : “Senpai sakit kah?”
Agha : “heh..!?” terkejut meihat Ryan.
Dari balik kordeng jendela kamar mandi juga muncul mahluk dengan pakaian perawat membawa alat suntik.
Neji : “kayanya harus disuntik”
Agha : “sejak kapan disitu?”
Tiba-tiba pintu kamar mandi kebuka terus masuk Dwi pakei pakaian petugas ambulance.
Dwi : “tidak bisa, Agha senpai harus dibawa ke rumah sakit, nyalakan sirine ambulan, ngiung ngiung ngiung”. Jalan-jalan ditempat.
Agha : *lihat ke arah dwi*
(Narato : Bukannya Dwi lagi di asrama 1 buat ngobatin penghuni asrama 1 yang lagi kesurupan?)
Masuk lagi Ishida.
Ishida : “Sepertinya parah, Agha senpai harus di operasi” Megang alat pisau bedah.
Masuk lagi dan lagi penghuni asrama 2 ke kamar mandi kamar 202.
Yudistira : “kalo dihitung-hitung biaya administrasi rumah sakit adalah segini” Megang kalkulator
Raka : “kalo mau murah, berobat aja sama saya" Megang alat dukun.
Cotaro mengintip di balik jendela kamar mandi.
Agha : “WOOOOIIIIIII..!!!! KENAPA LU PADA DI SINI SEMUA!!!!!” Jitakin satu-satu pake gayung.
Dwi : “Wah, aura senpai gelap sekali kaya aura mau membunuh”
Agha : “HAAAAAAA??” berteriak di depan muka Dwi.
“Lu semua OUT dari kamar mandi !!. Nda tahu apa gua lagi BAB. Menurut penilitian, Orang itu bakal dapet ide brilian pas saat lagi BAB. Maka nya gua sekarang BAB”
“KELUAAAAARRRRRRRRRR......!!!!”
Penghuni asrama 2 berhamburan berebut keluar kamar mandi”
Agha : “Osh, mulai lagi buat cari ide bahan pidato”
BLLLAAAAAAAAAAARRRRR........!!!!!!
Terdengar suara ledakan.
Madara : “Yah pemirsa, seperti biasa komputer yang baru aja mau saya betulin pasti langsung meledak” Kepala tertunduk lesu.
Pemilik toko : “Pasti ada yang dipikirin yah?”
Madara : “gak kok”
Pemilik toko : “Berapa komputer yang kamu ledakin sekarang? itu tandanya kamu lagi ada pikiran”
Madara : “Biasanya juga tiap aku betulin komputer, komputernya pasti meledak kan”
Pemilik toko : “Iyah sih, tapi kali ini ledakannya beda”
Madara : “Bos, hari ini aku boleh pulang dulu gak nanti balik lagi ke sini? Aku lembur deh?
Pemilik toko : “Heh?”
Madara : “Gomen...” buru-buru keluar toko service komputer.
Di jalan raya
Gunso : “kenapa bro? dari tadi lu lihatin asrama aja”
Naru : “ah gapapa”
Karyawan pembuat aspal : “anak muda ko kerjanya loyo yah? masa kalah sama saya yang sudah tua. Xixixi...”
Gunso : “nani??”
Naru : “bro, lo mikirin apa yang gw pikirin?”
Gunso : “Hmmmmm.....”
Naru : “yosh, Ojii-san, saya sama gunso cabut dulu sebentar nanti balik lagi”
Karyawan : “NANI??”
Gunso : “Nanti kita lembur deh..”
Naru : “Daaaaaaahhhh...”
Naru & Gunso pun bergegas pergi.
Di reestoran.
Cheff : “waduh Wisnu, kenapa gosong lagi masakan mu?”
Wisnu : “Udah bakat pak. Hehehe..”
Cheff : “Jiaahhh...” .Jitak
Wisnu : “Ha’ik, Sumimmasen”
Cheff : “Mending kamu urus dulu tuh urusan kamu. Tapi balik lagi kesini!!”
Wisnu : “hehehe, arigatou cheff” Ngibrit keluar restoran.
Di teras asrama 3
Sora tampak melihat ke arah asrama 2 dari jendela.
Sora : “ heh, paling si Agha bakalan gak dateng di acara pidato kampanye besok”
Fifin : “acie acie acie, kaya nya peduli banged nih sama Agha”
Sora : “Fifin, kamu mau luka dalam apa luka luar?”
Fifin : “ne?” Sontak pucat.
Aiko : “kenapa Sora Senpai yakin banget kala Agha Senpai gak bakal datang?” sambil bersiap ngupas jeruk.
Sora : “Waktu aku kelas 2, ada pelajaran membuat puisi terus harus bacain puisi yang udah di buat di depan kelas...”
Aiko : “Terus apa hubungannya sama pidato?” Berusaha keras ngupas jeruk.
Sora : “Si Agha itu gak masuk kelas. Alasannya sih katanya sakit perut. Aku yakin dia itu belum buat tugasnya terus cari alesan buat gak ikut kelas. Pasti besok dia bakal lakuin hal yang sama”
Aiko : “Masa sih?” Masih dan masih berusaha ngupas jeruk.
Sora : “Yups” Ngerampok jeruknya Aiko.
Fifin : “Mungkin aja besok dia ikut acara pidato kampanye”
Sora : “Aku yakin gak BAKAL!!!” Urat di tangan keluar.
Yuki : “Eh liat tuh ototnya Sora senpai keluar” Kaget.
Fifin : “Kayanya kamu tahu betul Agha itu kaya gimana”
Sora : “Yah tahu lah, kita 3 tahun SEKELAS!!!” Mulai ngupas jeruk.
Yuki : “Waw, Otot nya Sora senpai gede banget”
Aiko : “Yuki-chan jangan ganggu konsentrasi Sora senpai ngupas jeruk”
Yuki : “Ha’ik”
Fifin : “iyah sih. 3 tahun kita sekelas sama Agha”
Fina : “Filling aku, dia besok dateng”
Sora : “Nani??” Otot Sora tambah membesar karna berusaha mengupas jeruknya Aiko.
Fina : “Yah kita lihat ajah besok”
Sora : “Gak mungkin!!! Gak mungkin!!!” Mata mulai melotot saking berusahanya ngupas jeruk.
Fifin : “Gak ada yang gak mungkin Sora, kecuali idung Lia jadi mancung” dengan muka serius.
Lia : “ASEM.”
Dahlia : “Mau Agha senpai dateng apa gak, aku yakin Sora senpai yang menang di pemilihan ketua OSIS”
Nur : “Yups, Aku juga yakin itu”
Dahlia : “Dilihat dari latihan Sora senpai aja sudah ketauan”
Nur : “Iyah, belum ada orang pidato sambil megang barbel”
Sora : “Oh itu sebenarnya barbel bukan buat latihan aja. Tapi emang buat penambah karisma aku nanti”
Nur : “heh?”
Fina : “Fungsi tujuan sebenarnya Sora bawa barbel nanti pas pidato sih saya tahu”
Nur : “Eh, Apa tuh Fina Senpai?”
Fina : “Jadi kalo nanti pas Sora pidato, tahu-tahu ada yang nyorakin. Langsung deh reflek barbel melayang”
Sora : “That’s Right!!!”
Dahlia : “Sora senpai Sughoi”
Sora : “yoi dong. Yaudah saya tidur duluan biar besok fit pas pidato nanti” balikin jeruk ke Aiko.
Aiko : “eh, Owalah, ternyata saya salah ambil toh. Ini jeruk buat hiasan di meja dapur”
Ruang tamu Asrama 3
Agha : “Ah lumayan udah dapet setengah halaman”
Terlihat Ryan, Neji, Dwi dan penghuni asrama 2 yang lain joget ala cheerleaders sambil berpakain cheerleaders cewe buat menyemangati Agha.
Agha : “Minna...” Terharu.
“Hoiiiii...”
Tiba-tiba madara nongol
Agha : “Loh?” Kaget
“Kenapa lu? kaya abis lihat setan aja lo?” Gunso nongol dari belakang Madara
Wisnu : “Oi Gunso, kenapa pas bilang setan lihatnya ke arah gua?”
Gunso : “Reflek bro”
Agha : “Omaira!!” Makin terharu.
Naru : “Udah jangan begitu ah. Lu kan udah kita anggep saudara”
Madara : “udah jangan bilang makasih. Keadaan jadi malah canggung”
Agha : “hehehe...”
Naru : “Yosh, minna.. Kita bantu Agha kun jadi ketua OSIS AGC GOKUEN yang baru..!!!!!!!!!”
Penghuni asrama 2 : “YOSHHH...!!!!!!!!”
To be continued
========================================================
Cerita Asli Oleh Amalia Fitria Broto & di edit oleh Agha
Picture Credit by Gogel
========================================================
Sebelumnya AGC Family Eps 10
Selanjutnya AGC Family Eps 12
Navigation










